berjalan diatas tanah
bersama waktu diri rebah
hembusan nafas kian memberat
lepas waktu, habis riwayat
hitam beralih menjadi putih
cahaya datang, dunia merah
makin cepat kau terlambat
terlambat, kau selamat
ruang waktu tak bermakna
kenyataan pahit awal segala
dunia hitam kian datang
lupakan semua suka dunia
duka hilang terhisap takdir
cahaya lentera arahkan diri
padam semua nurani kami
hanya kosong hati kini
tubuh hilang hati tenggelam
darah hitam penuhi jantung
kelam sudah hidup kini
marah hanya diri kami
Bd.
20 Maret 2011 jam 23:10
Diposting oleh
Edhy
23.23
Menurut pemikiran bodoh, idiot,
perasaan ada 7 lapisan, diurutkan lapisan terluar:
lapisan pertama apa yang di rasakan sekarang
lapisan kedua apa yang dipikirkan orang lain
lapisan ketiga apa yang akan dilakukan
lapisan keempat apa yang diprioritaskan
lapisan kelima apa yang membuat tidak tenang
lapisan keenam apa yang kita harapkan
lapisan terakhir apa yang membuat kita mengingat hal yang tak akan terlupakan
mungkin hanya lapisan 7 yang belum tentu orang lain mengetahui perasaan yang kita rasakan
karena orang lain hanya akan mengetahui perasaan mulai dari yang terluar dari seseorang
Dan belom tentu orang lain mengetahui semuanya
Bd.
27 Februari 2011 jam 4:29
Diposting oleh
Edhy
23.18
Mata sayuku
Badan kakuku
Kaki lemahku
Otak kosongku
Mataku ibarat lampu
Lima watt hindari paku
terpaksa ku berlalu
Bocor sudah alat lajuku
Badanku seperti kayu
berbunyi keras sperti bambu
Berapa luka berada didiriku
Tersenyum saja sudah tak mampu
Kakiku bukanlah milikmu
Karna hanya satu saja milikku
Dari jauh pun terlihat layu
Dan terdapat saksi hidupku
Otakku tak sama sepertimu
Berfikir saja buatku malu
Seperti termakan oleh akalku
Duniaku semakin menjadi kelabu
ku hidup hanya untukku
jalanku berbeda karena aku
Ku tak mau salahkan dirimu
Yang tak tahu pola diriku
Bd.
16 Januari 2011 jam 21:40
Bebas ya memang bebas
Ditiap kebebasan juga ada kesalahan
Dikesalahan itu datang kepuasan
Kepuasan yang terbalut petaka
Ketika bebas kita tetap memilih
Salah benar tidak terlihat
Tetapi dirasakan di tengah perjalanan
dan akhirnya terlambat
Hal yang tertulis jgn dijadikan pamungkas
Kesalahan pasti terdapat dalamnya
Layaknya peraturan, hal yang tidak sesuai pasti akan dirobohkan
Asalkan memang kebenaran berada disamping nya
Saya tersesat dalam keinginan
Yang menjebak diri pada jeruji
Lihat hati maupun bakat diri
agar sadar pilihan tak salah lagi
Bd.
13 Januari 2011 jam 23:41
Diposting oleh
Edhy
05.00
Terbaringku dikasur
Kulihat cahaya jalur
telusuri sinar beralur
Hilangku dalam tubuh membujur
Nyawa terasa tertarik
Meski hanya sebesar titik
Tak lagi terdengar suara berisik
Hanya malaikat sedang berbisik
Kenapa negeri berduka
Apa ada dosa para paduka
Kau beri gempa
Kau beri luka
Kau beri banjir
Kau beri satir
KAU BERI LETUSAN
Kau pun beri siksaan
Kini hitam kian datang
Awan datang pertanda perang
Mulut pun menjadi pedang
Semoga tak ada adu parang
Sinar pun menuju hitam
Hati semakin buram
Tubuh kian lebam
Pikiran pasti kelam
Doa,
Ya hanya bisa berdoa
Doa untuk negeri ternoda
Agar tak lagi mendapat petaka
Bd.
27 Oktober 2010 jam 1:58
Diposting oleh
Edhy
04.57
Aku adalah batu
Yang siap dijadikan pondasi.
Tapi aku rapuh
Bagai pohon yang sudah layu
Aku pun labil
Layaknya angin terbangkan debu
aku bisa terbakar
Bagai api membakar hutan
aku juga berbaur
Bagaikan air mengalir disungai
Sudah
Sudah cukup
Sudah Cukup aku kini
Sudah Cukup menggambar diri
30 Agustus 2010 jam 15:41
Diposting oleh
Edhy
04.53
Akhirnya gw kembali ke dunia karya tulis. Maaf ya kalo entry ke blog ini telat hha. Okay let's cekidot!