thirty seventh : Dalam

Diposting oleh Edhy , Minggu, 20 Maret 2011 23.25

berjalan diatas tanah

bersama waktu diri rebah

hembusan nafas kian memberat

lepas waktu, habis riwayat

hitam beralih menjadi putih

cahaya datang, dunia merah

makin cepat kau terlambat

terlambat, kau selamat

ruang waktu tak bermakna

kenyataan pahit awal segala

dunia hitam kian datang

lupakan semua suka dunia

duka hilang terhisap takdir

cahaya lentera arahkan diri

padam semua nurani kami

hanya kosong hati kini

tubuh hilang hati tenggelam

darah hitam penuhi jantung

kelam sudah hidup kini

marah hanya diri kami

Bd.


20 Maret 2011 jam 23:10

thirty sixth : 7 lapis

Diposting oleh Edhy 23.23

Menurut pemikiran bodoh, idiot,

perasaan ada 7 lapisan, diurutkan lapisan terluar:

lapisan pertama apa yang di rasakan sekarang

lapisan kedua apa yang dipikirkan orang lain

lapisan ketiga apa yang akan dilakukan

lapisan keempat apa yang diprioritaskan

lapisan kelima apa yang membuat tidak tenang

lapisan keenam apa yang kita harapkan

lapisan terakhir apa yang membuat kita mengingat hal yang tak akan terlupakan

mungkin hanya lapisan 7 yang belum tentu orang lain mengetahui perasaan yang kita rasakan

karena orang lain hanya akan mengetahui perasaan mulai dari yang terluar dari seseorang

Dan belom tentu orang lain mengetahui semuanya

Bd.


27 Februari 2011 jam 4:29

thirty fifth : diriku

Diposting oleh Edhy 23.18

Mata sayuku
Badan kakuku
Kaki lemahku
Otak kosongku

Mataku ibarat lampu
Lima watt hindari paku
terpaksa ku berlalu
Bocor sudah alat lajuku

Badanku seperti kayu
berbunyi keras sperti bambu
Berapa luka berada didiriku
Tersenyum saja sudah tak mampu

Kakiku bukanlah milikmu
Karna hanya satu saja milikku
Dari jauh pun terlihat layu
Dan terdapat saksi hidupku

Otakku tak sama sepertimu
Berfikir saja buatku malu
Seperti termakan oleh akalku
Duniaku semakin menjadi kelabu


ku hidup hanya untukku
jalanku berbeda karena aku
Ku tak mau salahkan dirimu
Yang tak tahu pola diriku

Bd.

16 Januari 2011 jam 21:40

thirty forth : untitled

Diposting oleh Edhy , Sabtu, 15 Januari 2011 05.02

Bebas ya memang bebas
Ditiap kebebasan juga ada kesalahan
Dikesalahan itu datang kepuasan
Kepuasan yang terbalut petaka

Ketika bebas kita tetap memilih
Salah benar tidak terlihat
Tetapi dirasakan di tengah perjalanan
dan akhirnya terlambat

Hal yang tertulis jgn dijadikan pamungkas
Kesalahan pasti terdapat dalamnya
Layaknya peraturan, hal yang tidak sesuai pasti akan dirobohkan
Asalkan memang kebenaran berada disamping nya

Saya tersesat dalam keinginan
Yang menjebak diri pada jeruji
Lihat hati maupun bakat diri
agar sadar pilihan tak salah lagi

Bd.

13 Januari 2011 jam 23:41

thirty third : Tulisan Untuk Negeri

Diposting oleh Edhy 05.00

Terbaringku dikasur
Kulihat cahaya jalur
telusuri sinar beralur
Hilangku dalam tubuh membujur

Nyawa terasa tertarik
Meski hanya sebesar titik
Tak lagi terdengar suara berisik
Hanya malaikat sedang berbisik

Kenapa negeri berduka
Apa ada dosa para paduka

Kau beri gempa
Kau beri luka

Kau beri banjir
Kau beri satir

KAU BERI LETUSAN
Kau pun beri siksaan

Kini hitam kian datang
Awan datang pertanda perang
Mulut pun menjadi pedang
Semoga tak ada adu parang

Sinar pun menuju hitam
Hati semakin buram
Tubuh kian lebam
Pikiran pasti kelam

Doa,
Ya hanya bisa berdoa
Doa untuk negeri ternoda
Agar tak lagi mendapat petaka


Bd.

27 Oktober 2010 jam 1:58

thirty second : Gambar diri

Diposting oleh Edhy 04.57

Aku adalah batu
Yang siap dijadikan pondasi.

Tapi aku rapuh
Bagai pohon yang sudah layu

Aku pun labil
Layaknya angin terbangkan debu

aku bisa terbakar
Bagai api membakar hutan

aku juga berbaur
Bagaikan air mengalir disungai

Sudah
Sudah cukup
Sudah Cukup aku kini
Sudah Cukup menggambar diri

30 Agustus 2010 jam 15:41

Back to this blog yeah!

Diposting oleh Edhy 04.53

Akhirnya gw kembali ke dunia karya tulis. Maaf ya kalo entry ke blog ini telat hha. Okay let's cekidot!