twenty sixth poem : Abu-abu = gray

Diposting oleh Edhy , Jumat, 01 Januari 2010 07.13

ku lihat sekelilingku begitu berwarna
berwarna silaukan mataku
aku berjalan di antara kilauan warna
dan hanya diriku yang berbeda disitu
aku pun berlari hindari malu
ku terjang waktu dengan begitu kaku
larut pun datang mengejarku
dan ku terlihat seperti barang kusam
di antara cahaya yang berwarna
ntah adakah tempat yang pantas
pantas untuk seorang yang buram sepertiku
tak punya warna
tak punya cahaya
yang kupunya hanyalah paduan warna hitam dan putih
begitu kaku seperti palang yang terpaku
ku tak tahu harus bagai mana
akankah ku selalu menghindar
ataukah aku harus ikuti mereka
berubah menjadi berwarna dan terang
terbesit di otak ku
untuk habiskan cahaya yang tersisa di diriku
tapi kusadari itu hal bodoh yang pernah ku pikirkan
tapi hingga kini ku masih bertahan dengan situasi seperti ini
yang tidak mempunyai warna
buram kusam itu yang bisa aku gambarkan



atau bisa ku sebut abu-abu



Bd.

22 Desember 2009 jam 15:41

twenty fifth poem : iseng nulis * (eror)

Diposting oleh Edhy 07.12

aku lelah lewati hari mengapa
tapi ku senang setelah aku menyapa
badan lemah hari ini ku rasa
ingin tidur bagai sepanjang masa

aku berkreasi dengan kata-kata ku
otak atik kata semua yang ada di saku
terserah orang bilang apa pada ku
yang penting ku berkreasi dengan cara ku

perut kosong mengganggu perut ku
tak perduli ku lanjutkan ingin ku
disuruh makan gak mempan bwat ku
yang penting lancar lanjut kan misi ku

ga sadar tulisan gw "ku" semua
emang rada eror otak jadi sengsara
ga bisa ngasilin kata yang guna
malah jadi katanya sama semua

29 November 2009 jam 0:57

twenty forth poem : Anger-

Diposting oleh Edhy 07.09

duduk tangan terpangku di atas keyboard
mata melihat monitor dan dagu menempel guling
tak lupa kuping pun terlena dengan data-data mp3
dan mulut pun bereaksi merespon semuanya...


luapan emosi, pecah menjadi makian
kalau tidak, menjadi beban perasaan
itu lah yang terjadi di antara kalian
para manusia mencari kebanggaan

iri, dendam, amarah terbalut begitu indah
melebihi keindahan mawar hitam
begitu eksotik, dan begitu langka dilihat
namun tetap memiliki bisa/duri di tangkainya

kata-kata manis nan sopan
tak jamin keaslian perasaan
muka dua pun menjadi pasaran
waspadalah meski itu adalah kawan

senyum ramah pun bisa marah
ketika hati penuh amarah
hanya beri waktu yang dapat
daripada semuanya makin terlambat



Bd.

22 Oktober 2009 jam 0:22