twenty forth poem : Anger-
Diposting oleh Edhy , Jumat, 01 Januari 2010 07.09
duduk tangan terpangku di atas keyboard
mata melihat monitor dan dagu menempel guling
tak lupa kuping pun terlena dengan data-data mp3
dan mulut pun bereaksi merespon semuanya...
luapan emosi, pecah menjadi makian
kalau tidak, menjadi beban perasaan
itu lah yang terjadi di antara kalian
para manusia mencari kebanggaan
iri, dendam, amarah terbalut begitu indah
melebihi keindahan mawar hitam
begitu eksotik, dan begitu langka dilihat
namun tetap memiliki bisa/duri di tangkainya
kata-kata manis nan sopan
tak jamin keaslian perasaan
muka dua pun menjadi pasaran
waspadalah meski itu adalah kawan
senyum ramah pun bisa marah
ketika hati penuh amarah
hanya beri waktu yang dapat
daripada semuanya makin terlambat
Bd.
22 Oktober 2009 jam 0:22

Posting Komentar