cerita dulu ya hha

Diposting oleh Edhy , Rabu, 28 April 2010 07.58

ah bete deh semua tulisan gw banyak yang ilang blom sempet di di notes gara2 ga ada internet .......

thirty first : Bingung

Diposting oleh Edhy 07.56

Bingung kenapa bisa gini
Bingung kenapa bisa gitu
Bingung kenapa harus gini
Bingung kenapa harus gitu
Bingung kenapa ada masalah gini
Bingung kenapa ada masalah gitu
Bingung kenapa selalu ada masalah gini
Bingung kenapa selalu ada masalah gitu
Bingung kenapa gue gini
Bingung kenapa gue gitu
Bingung kenapa selalu ada dalam masalah gini
Bingung kenapa selalu ada dalam masalah gitu

Lebih bingung lagi kenapa masalah gini gitu ga ada abisnya

Bingung...


Bd.

27 April 2010 jam 15:32

thirty poem : Hitam malam

Diposting oleh Edhy 07.54

hatiku hitam
hatiku menggeram
terus hitam bagaikan malam
akal sehat pun tenggelam

kebencian telah tertanam
bagai hati tersiram garam
hatiku kini hancur dan karam
bagai terkoyak sadisnya jeram

ketika diriku mendekam
situasi makin mencekam
sungguh bisu bagaikan makam

ku hanya terdiam
ku mainkan malam
lalu kubentuk sebuah benda tajam
dan berniat habiskan hidup yang kelam


Bd.

27 Januari 2010 jam 18:46

twenty ninth poem : kordinat?!?

Diposting oleh Edhy 07.52

manusia jalani hidup sesuai garis
sesuai garis yang di perhitungkan secara teknis
berasal dari dua titik yang dihubungkan dengan penggaris
yang tak mungkin bisa menemukan titik finish

sangat mungkin garis bisa berpotongan
tapi ntah kapan mereka saling bersinggungan

titik pun berasal dari sebuah koordinat
x dan y pun berhubungan erat
takdir memang begitu mengikat
mengikat erat hingga berkarat

bila takdir bisa di tebak
kenapa tak ada yang bergerak
hidup semakin terdesak
kenapa malah semakin tamak

kujalani garis yang terlukis
dengan tenang semua ku tulis
perubahan sifat orang terkikis
bahkan apapun yang buatku miris

korniat masih menjadi misteri
pada posisi garis yang membelit
memang susah temukan identitas diri
apa lagi saat kondisi sulit



Bd.

21 Januari 2010 jam 21:29

twenty eighth poem : Lamunan Kelam

Diposting oleh Edhy 07.50

duduk terdiam temani malam
sungguh tenang sampai kedalam
di temani sebuah produk gudang garam
aku melanjutkan lamunanku yang kelam
banyak orang bermuka muram
hadapi hidup yang begitu suram
apa kah dunia kini menjadi kelam
yang semuanya saling menerkam
terkam semua hingga terbenam
benamkan semua hingga tenggelam
kembali ku terdiam
sambil bergumam
kembali melihat malam
dan langit berwarna hitam
aku pun manjadi seram
dan tubuh pun keram

tergeletak begitu buram
seperti kapal yang karam


Bd.

29 Desember 2009 jam 0:35

twenty seventh poem : pecundang :)

Diposting oleh Edhy 07.39

aku terperangkap dalam sebuah ruang
dan hanya di temani selembar uang
sungguh sunyi
hanya ku sendiri
bersandar itulah yang ku lakukan
dan bersamaan kopi aku habiskan
dibawah lampu redup ku menghilang
bagai uang tuk membayar tilang
ku pejam mata sadarkan diri
dan berharap ku tak sendiri
entah berapa lama ku menanti
harapan kosong yang beranjak mati
bosan itulah yang kurasa
hingga tubuhku ini mati rasa
bermimpi pun aku ingin menyapa
dalam mimpi itu pun ku ingin disapa
rumit memang menjadi diriku
yang terdiam bagaikan paku
usaha pun telah ku lakukan
namun hanya tidur yang kulakukan
.
.
.
bayangan dalam cermin kupandang
hanyalah sosok manusia pecundang


Bd.

26 Desember 2009 jam 2:46