twenty eighth poem : Lamunan Kelam
Diposting oleh Edhy , Rabu, 28 April 2010 07.50
duduk terdiam temani malam
sungguh tenang sampai kedalam
di temani sebuah produk gudang garam
aku melanjutkan lamunanku yang kelam
banyak orang bermuka muram
hadapi hidup yang begitu suram
apa kah dunia kini menjadi kelam
yang semuanya saling menerkam
terkam semua hingga terbenam
benamkan semua hingga tenggelam
kembali ku terdiam
sambil bergumam
kembali melihat malam
dan langit berwarna hitam
aku pun manjadi seram
dan tubuh pun keram
tergeletak begitu buram
seperti kapal yang karam
Bd.
29 Desember 2009 jam 0:35

Posting Komentar